| |
| [ 11/02/2009 - 05:03 ] |
|
|
Dr. Abdul Rahman Yusuf Jamal Tidak kebetulan bahwa perang yang dialami oleh rakyat Palestina di Dalam peperangan Badar kebersamaan Allah sangat tampak dengan pertolongan-Nya kepada orang yang beriman yang jumlahnya sedikit. Bahkan Allah mentadbir dan mengatur peperangan itu dengan mengerahkan malaikat untuk beperang dengan orang-orang yang beriman, malaikat memberikan rasa kantuk kepada orang mukmin untuk keamanan dan ketenangan bagi mereka, menurunkan air dari langit untuk untuk membersihkan orang-orang beriman dari kotoran setan dan mengikat hati-hati mereka dan meneguhkan kaki-kaki mereka, Allah mewahyukan kepada para malaikatnya untuk mengatakan
“أني معكم فثبتوا الذين آمنوا سألقي في قلوب الذين كفروا الرعب” “Bahwa Aku bersama kalian, maka kukuhkanlah pendirian orang-orang yang beriman. Akan kami berikan ketakutan dalam hati orang-orang kafir,” (Al-Anfal: 12) Malaikat ikut memerangi orang-orang musyrik
“فاضربوا فوق الأعناق واضربوا منهم كل بنان” “Maka pukullah atas leher-leher mereka dan pukulah ujung jari-jari mereka” Dan bidikan lemparan rasulullah yang mengena kepada sasaran “فلم تقتلوهم ولكن الله قتلهم وما رميت إذ رميت ولكن الله رمي “ “Maka tidaklah kalian yang membunuh mereka (orang kafir) tapi Allah yang membunuh mereka, dan tidaklah engkau yang melempar ketika engkau melempar namun Allah yang melempar” (Al-Anfal: 17) Allah memperlihatkan jumlah orang-orang musyrik di mata Rasulullah dalam mimpinya dengan jumlah sedikit, dan Allah memperlihatkan di mata orang-orang mukmin jumlah orang-orang kafir sedikit. Ketika dua kelompok ini bertemu maka orang-orang kafir melihat jumlah orang mukmin dua kali lipat. Allah menolong siapa saja yang dikedendaki. Semua itu adalah karamah di pertempuran Al-Furqan. Karamat pertama adalah ketegaran para mujahidin di Salah satu karamah terjadi di desa Migraqah. Dimana sejumlah mujahidin melihat dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka melihat sebuah rumah dihancurkan Masih pertempuran di Migraqah dimana pesawat-pesawat tempur Seorang mujahid menceritakan kepada penulis bahwa mereka melihat dua tank meledak dan terbakar di tempat mereka memasang bom ranjau. Ketika kami menghampiri dua tank Penulis sendiri mencium aroma wangi yang keluar dari kantong jasad kaku sang Syahid Abdullah As-Shanik padahal sudah 20 hari terbungkus. Aroma yang sama juga penulis cium dari jasad Syahid Musa Hasan Abu Nar yang terbunuh dan darahnya mengucur di lantai masjid. Meski darah itu dibersihkan namun aroma itu masih wangi. Bukan hanya penulis yang menciumnya namun yang lain juga demikian. Ini untuk meyakinkan penulis akan kebenaran jalan dan langkah Rasulullah saw meski orang-orang kafir dan munafik benci. Bahkan kesaksian-kesaksian pasukan Yahudi yang disiarkan oleh Chanel 10 Israel bahwa mereka menyaksikan sosok aneh yang mereka yakini sebagai hantu yang keluar dari bumi dan memerangi mereka. Kesaksian seorang prajurit Bahkan ketakutan yang dicampakkan di hati-hati orang yahudi menjadikan mereka yang memiliki senjata jauh lebih canggih dari senjata kaum mujahidin ketakutan menyerang permukiman warga dan hanya menyerang anak-anak, wanita, kakek, nenek dan sipil yang tidak membawa senjata. Wahai warga Gaza, para mujahidin yang sabar dan tegar, Allah bersama kalian kalian membuat perang kemuliaan di Gaza dan kalian tulis sejarah yang di lembaran bersinar, kalian kalahkan legenda militer Israel yang konon tak terkalahkan, kalian tanamkan ruh jihad di dalam umat meski dengan pengorbanan dan penghancuran rumah-rumah, meski mengorbankan syuhada dan luka-luka, kalian jual jiwa-jiwa kalian dan harta kalian dengan surga dan Allah membelinya, maka bergembiralah dengan perdagangan kalian dan itulah kemenangan yang besar. Bagi-Mu ya Allah segala pujian dan bagi-Mu segala syukur, semua urusan dikembalikan kepada-Nya, yang terang dan rahasia, segala puji dengan Islam, Iman, Al-Quran, dengan ribat, jihad, sehingga Engkau mudahkan urusan kami dalam mengalahkan musuh kami, dan Engkau tolong mujahid kami. Segala puji bagi-Mu sesuai dengan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. |
Ayat-ayat Ar-Rahman dalam Perang Al-Furqan
Genderang Perang Ditabuh, Kegagalan Selimuti Sejumlah Pemimpin Zionis
| [ 23/12/2008 - 06:47 ] |
|
|
Al-Quds Terjajah-Infopalestina : Para pemimpin Zionis telah menabuh genderang perang terhadap Gaza, ditengah perbedaan sikap dalam memandang masalah Gaza antara melancarkan serangan secara besar-besaran atau cukup melessakan roket-roketnya ke arah Gaza secara massif dalam rangka membunuhi para pemimpin Palestina. Disisi lain ketakutan akan kegagalan merambah pada setiap pemimpinnya. Sudah banyak ancaman dari Materi serangan ke Menteri Keamanan dalam negeri Gempuran Militer yang Jadi Sandaran Laporan media Sementara itu, menurut pengamat militer Israel, Roni Danial yang diwawancarai oleh Televisi Channel dua menegaskan, keputusan untuk menyerang Gaza dan mengkahiri Hamas sudah dirancakan jauh-jauh hari sebelumnya. Namun belum juga direalisasikan karena khawatir perang ini tidak akan cuma-cuma. “Saya tidak mengungkapkan hal ini kepada anda, akan tetapi waktunya sudah sangat dekat”, katanya. Di pihak lain, Situs Yedeot Aharonot mengatakan, pemerintah Ibrani telah memutuskan untuk memulai upaya diplomasi secara massif di dunia internasional, untuk memperoleh dukungan atas rencananya yang mau menggempur Jalur Gaza. Wakil Perdana Menteri Satu Beban Pemilu Kabinet Kadima menuduh tokoh aliran radikal yahudi dari kelompok “Shas”, Elly Yesha dan menteri perang Ehud Barak sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan dan kelemahan militernya, terbukti dengan berlanjutnya tembakan roket perlawanan ke wilayah permukiman Israel yang berdekatan dengan Gaza, tanpa upaya balasan. Padahal sudah dekat masa pemilu Sementara itu, Menteri Perhubungan Hamas dan Psywar Di sisi lain, menteri pekerjaan Semua Ini Menyebabkan Berdasarkan pengamatan Alex Fishman (pengamat militer di Yedeot Aharonot) mengatakan, bayang-bayang kegagalan mereka dalam perang Libanon selalu menghantui ketika mereka memutuskan untuk memulai serangan ke Dijelaskan, dalam kondisi ini mungkin saja Ia mengisyaratkan, sementara itu, timbul kekhawatiran dari kalangan keamanan Zionis akan terjadinya kegagalan dalam menghentikan serangan roket perlawanan. Sebab bisa dipastikan serangan Al-Qossam sulit dihentikan dan mereka tidak akan tinggal diam. Oleh karena itu mereka ragu-ragu menyerang Namun semua tahu sejumlah pernyataan petinggi Sementara itu di pihak lain, DR. Faiz Abu Syamalah, pakar urusan Ibrani menegaskan, setelah mempelajari sejumlah sikap para pemimpin Israel dalam memutuskan serangan ini, dipastikan mustahil mereka bisa menang dengan mudah menghadapi Gaza. Hal ini tergambar dari sejumlah pernyataan terbaru zionis terkait situasi politik Palestina yang telah berhasil dan mampu keluar dari sejumlah dikte mereka. Ia mengatakan, lebih jelas lagi dari sejumlah pernyataan pejabat Bukti menunjukan sejumlah pemimpin Perlawanan Siap Lakukan Semua Alternatif Perlawanan yang dipimpin Brigade Al-Qossam berulangkali menegaskan, pihaknya sudah siap menghadapi semua alternative terkait ancaman yang dilontarkan Abu Ubaidah menegaskan, serangan roket |
Teriakan Ibu-ibu Gaza: Biarkan Pemerintah Arab Bergembira
| [ 31/12/2008 - 01:31 ] |
|
|
Sementara itu seorang ibu lain tengah menggendong putri saudaranya tertatih-tatih menuju satu-satunya rumah sakit di “Ini adalah anak saudaraku (Ahmad al Burini), yang tinggal di samping salah satu pos keamanan. Ketika pos itu dibom, rumah itu runtuh menimpa semua yang ada di dalamnya. Saudaraku gugur dan istrinya terluka parah terbaring di rumah sakit. Sambil berupaya meringankan rasa sakit yang dialami sang bocah, mata bercucuran air mata dan berkata, “Apa dosa dia, terbangun dengan kondisi seperti ini. Tanpa ayah dan ibu.” Kemudian dia menggetarkan kepalanya dan menyudahi, “Hasbunallahu Wani’mal Wakil (Cukuplah Allah sebaik-baik penolong kami).” Pembantaian di Jalur Bau Mayat Segera saja kamar mayat di rumah sakit as Shifa, yang hanya muat untuk 30-an jenazah, penuh sesak di tengah-tengah kedatangan puluhan regu penolong dan warga sipil yang membawa jasad dan ptongan tubuh para syuhada di jalan-jalan rumah sakit sehingga bau mayat memenuhi semua sudut rumah sakit. Seorang pemuda bernama Muhammad Basyir dengan kedua kali telanjang tergopoh-gopoh sambil menggendong jasad seorang bocah bernama Adi Abu Munsi yang berusia 7 tahun. Dia terkena bom yang mematikan di bagian wajahnya saat dia bersama ayahnya, Abdul Hakim, yang juga gugur dalam serangan udara Lobi rumah sakit as Shifa semakin kacau dengan datangnya puluhan mobil ambulan dan mobil warga yang membawa jasad para syuhada dan korban yang luka. Melalui pengeras suara, regu penolong menyerukan kepada warga yang mengenali jasad keluarga mereka agar segera dibawa pulang untuk dimakamkan agar tidak membusuk akibat puluhan jenazah yang menumpuk di depan kamar mayat rumah sakit. Tiba-tiba melengking teriakan seorang ibu, Asma (40), yang berjalan di antara jenazah, “Dua anak saya gugur.” Tanpa henti menangis, dengan kedua kaki telanjang dan kepala terbuka, wanita yang telah kehilangan dua darah dagingnya ini berteriak, “Biarkan pemerintah Arab berbahagia.” Sementara itu atas kereta jenazah terbaring jasad Muhammad Abu Sya’ban, seorang anggota polisi Palestina. Di sampingnya jasad seorang bocah yang belum dikenali identitasnya. Wisam, saudara kandung Abu Sya’ban yang tidak bisa menahan air matanya, mengatakan, “Ini adalah pembantaian yang mengerikan.” Abu Jihad (65), warga asal kampong Zaitun di timur “Aku Kehilangan Penyejuk Hatiku” Jauh dari rumah sakit, Ilyan jatuh pinsan ketika mendengar salah seorang putranya berteriak, “Ayah … Izzuddin telah meninggal.” Sesaat kemudian dia terbangun dan menangisi putra terkecilkan yang meninggal dalam serangan udara Kali ini, seluruh anggota keluarga jatuh pinsan. Rafiq, bocah berusia 3 tahun berteriak histeris, “Papa … Aku ayang papa…Kemana kau pergi…” Anwar, dia meninggalkan seorang istri dan dua bocah kecil. Rafiq, anaknya yang berusia 3 tahun tindak henti menyanakan tentang ayahnya. Sedang anaknya yang kecil, Anas, baru berusia empat bulan, tidak mengerti apa yang terjadi di sekitarnya. Dengan sangat berat Ibu Anwar berkata, “Aku telah kehilangan anak yang paling besar dan paling kecil. Saya tidak meninggalkan anak-anaknya. Aku telah kehilangan penyejuk hatiku. Demi Allah, cahaya ini telah padam… telah padam…” Penderitaan memiliki banyak wajah. Meski yang mengikat di antara penderitaan itu adalah darah. Sepekan sebelumnya, Riim, isrti Ali Abu Riyalah, mengenakan gaun pengantin putih. Dan hari ini, dia mengenakan baju hitam pekat di sisi pengantinnya. Dia mengatakan, “Saya tidak membayangkan dia meninggalkan saya begitu cepat. Sungguh, dia pernah bercanda kepadaku, engkau akan mendengar kabar kesyahidanku (mati syahid) suatu hari … namun secepat ini … ya Allah.” Sedang ibunya, melontarkan sumpah serapah kemarahannya kepada pemerintah Arab. “Apakah yang terjadi di leher kami adalah air. Kami meninggal dalam perang paling biadab dan paling kotor yang pernah dikenal dalam sejarah.” Di luar tembok rumah Abu Riyalah, suara jeritan melengking tinggi dari semua tempat. Gang-gang penuh dengan korban meninggal. Dan baju hitam menjadi baju resmi kaum wanita di Jalur |
Korban Gaza: Mereka Membombardir Kami Saat Sedang Bersujud
| [ 02/01/2009 - 02:44 ] |
|
|
Kairo – Infopalestina: “Saat kami sedang bersujud menghadap Allah, tiba-tiba kami mendengar raungan pesawat tempur Zionis Inilah kalimat yang menuturkan kepedihan. Yang menggambarkan aksi bombardemen pesawat tempur Khaled (27), menuturkan sisi lain “genosida Dia menambahkan, “Baru saja kami memulai pada rekaat pertama hingga missil-missil pesawat pembunuhan Dia merasa bersyukur atas apa yang menimpanya, lebih baik dari apa yang menimpa yang lainnya. Khaled menuturkan, “Tiba-tiba saja masjid sudah dihancurkan total dari atas kepala-kepala kami. Bukan hanya masjid satu-satunya. Namun sejumlah rumah warga di sekitar masjid juga dihancurkan. Nasibku agak lebih baik. Karena saya berada di dekat pintu masjid yang dipenuhi dengan jamaah shalat. Saya berhasil dikeluarkan dengan segera dari bawah reruntuhan puing-puing masjid dan dibawa ke rumah sakit. Kami, 40 jamaah shalat tertimpa masjid dari atas kepala-kepala kami akibat bombardemen Khaled, meskipun mengalami patah tulang di kedua pundahknya dan sejumlah tulang rusuk serta terkena serpihan rudal di pinggang kanannya, sehingga membuatnya sangat sulit berbicara, namun dia terus melanjutkan penuturannya. “Sesampainya saya di rumah sakit as Shifa di Khaled, yang kini dirawat di lantai empat bagian gawat darurat di rumah sakit Nasher, Mesir, dengan bercucuran air mata melanjutkan penuturannya. “Saya memiliki 9 anak. Saya tidak tahu nasib sebagian dari mereka sekarang. Meskipun salah seorang anak saya sudah menghubungi saya dan menenangkan saya soal mereka, namun saya belum mendengar suara mereka. Saya cemas mereka tertimpa bahaya,” ungkapnya sedih. Mengenai perjalanannya hingga sampai ke Mesir dia mengatakan, “Saya tinggal di rumah sakit as Shifa di Jalur Dengan suara bercampur cucuran air mata, Khaled menyerukan semua pihak segera membawa para korban luka agresi biadab Israel di Jalur Di kamar sebelah Khaled, berbaring rekannya bernama Syukri Muhammad Riyad, yang menuturkan kondisi kerja pegawai medis di Jalur Dengan sangat sedih Riyad menegaskan, “Korban luka di rumah sakit-rumah sakit Jalur Gaza tidak mendapatkan apa-apa bahkan sekadar tempat untuk meringankan rasa sakit mereka. Kami semua berharap derita sakit itu bisa berkurang dengan pengiriman korban luka ke rumah sakit-rumah sakit Mesir dan sampainya bantuan Arab ke Jalur Gaza.” Hingga Selasa (30/12), jumlah korban luka yang sampai di Mesir baru 36 orang, sebagian besar mereka dalam kondisi kritis, untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya. Korban Terus Bertambah Sejak sabtu (27/12) siang jet-jet tempur Zionis Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol. Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya. Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “ Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka. Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti |
Mishri : Hamas Masuki Pertempuran Darat Dengan Santai
Gaza-Infopalestina : Juru Bicara Hamas Musyir El-Misri menegaskan, faksi-faksi perlawanan yang dipimpin Brigade Al-Qossam memasuki pertempuran darat dengan
Pernyataan ini diungkapkan, Mishri Ahad (4/1) di Gaza. Ia mengatakan, musuh Zionis berupaya mengejutkan perlawanan dengan memasifkan serangan roket dan memasuki perang darat. Mereka telah memasuki beberapa ratus meter dari garis perbatasan
Pemimpin Hamas ini mengisyaratkan, sejumlah pasukan
Mishri menegaskan,
Maka di masa yang akan datang
sahabat tarbiyah
link pemberi motivasi
versi indonesia :
dahsyat
jonru
roniyuzirman
erbesentanu
sumintar
sumatra-bali-hartatinurwijaya
dragoninspiration
yudiworld
energygiver
versi inggris :
tonyrobbins
trump
Teknik Cepat Melipat Baju
Untuk itu saya punya sebuah cara atau trik melipat baju yang sangat-sangat mudah dan sangat-sangat cepat serta hasilnya yang sangat-sangat rapih. Anda tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan....? kurang lebih hanya 10 DETIK waktu yang diperlukan.
Jika anda penasaran coba pelajari caranya dalam file wmv ini. dan langsung praktekkan
download 1.517kb