Ayat-ayat Ar-Rahman dalam Perang Al-Furqan

[ 11/02/2009 - 05:03 ]

Dr. Abdul Rahman Yusuf Jamal

Tidak kebetulan bahwa perang yang dialami oleh rakyat Palestina di Gaza dengan penuh ketegaran dan sabar disebut dengan perang Al-Furqan. Penamaan itu sudah takdir Allah/ perang ini adalah perpanjangan dari perang Badar yang dinamakan Allah Maha Kuasa pada Hari Al-Furan dimana bertemua dua kelompok.

Dalam peperangan Badar kebersamaan Allah sangat tampak dengan pertolongan-Nya kepada orang yang beriman yang jumlahnya sedikit. Bahkan Allah mentadbir dan mengatur peperangan itu dengan mengerahkan malaikat untuk beperang dengan orang-orang yang beriman, malaikat memberikan rasa kantuk kepada orang mukmin untuk keamanan dan ketenangan bagi mereka, menurunkan air dari langit untuk untuk membersihkan orang-orang beriman dari kotoran setan dan mengikat hati-hati mereka dan meneguhkan kaki-kaki mereka, Allah mewahyukan kepada para malaikatnya untuk mengatakan

“أني معكم فثبتوا الذين آمنوا سألقي في قلوب الذين كفروا الرعب”

“Bahwa Aku bersama kalian, maka kukuhkanlah pendirian orang-orang yang beriman. Akan kami berikan ketakutan dalam hati orang-orang kafir,” (Al-Anfal: 12)

Malaikat ikut memerangi orang-orang musyrik

“فاضربوا فوق الأعناق واضربوا منهم كل بنان”

“Maka pukullah atas leher-leher mereka dan pukulah ujung jari-jari mereka”

Dan bidikan lemparan rasulullah yang mengena kepada sasaran

“فلم تقتلوهم ولكن الله قتلهم وما رميت إذ رميت ولكن الله رمي “

“Maka tidaklah kalian yang membunuh mereka (orang kafir) tapi Allah yang membunuh mereka, dan tidaklah engkau yang melempar ketika engkau melempar namun Allah yang melempar” (Al-Anfal: 17)

Allah memperlihatkan jumlah orang-orang musyrik di mata Rasulullah dalam mimpinya dengan jumlah sedikit, dan Allah memperlihatkan di mata orang-orang mukmin jumlah orang-orang kafir sedikit. Ketika dua kelompok ini bertemu maka orang-orang kafir melihat jumlah orang mukmin dua kali lipat. Allah menolong siapa saja yang dikedendaki. Semua itu adalah karamah di pertempuran Al-Furqan.
Dalam pertempuran Al-Furqan di Gaza beberapa bulan lalu, sangat tampak kebersamaan dan dukungan pertolongan Allah kepada para mujahidin dan bahkan manusia secara umum. Allah memberikan sejumlah karamah kepada mujahidin untuk memberikan keteguhan di hati mereka. Itu tidak aneh dan asing. Para ulama menegaskan dengan dalil kuat bahwa para malaikat yang turun di perang Badar untuk berperang bersama orang-orang mukmin itu tidak khusus untuk ahli Badar namun umum untuk semua golongan orang-orang yang beriman; jika mereka ikhlas dan benar dalam jihadnya untuk meninggirkan kalimat Allah dan menegakkan syariat-Nya. Sejumlah mujahidin yang berada di medan jihad di Gaza menceritakan cerita-cerita yang terjadi dengan mereka yang membuat mereka tenang hatinya.

Karamat pertama adalah ketegaran para mujahidin di medan perang yang digempur habis pesawat tempur di atas mereka, tank di sekeliling mereka. Namun mereka tetap berperang tanpa rasa gentar. Orang-orang yang menyaksikannya memiliki prasangka macam-macam terhadap Allah dan orang-orang seakan terguncang gempa bumi dengan dahsyat. Factor-faktor pertolongan di bumi sudah habis dan hanya ada pertolongan dari Allah. Maka Allah melimpahkan karamah kepada mereka. Dalam peperangan yang pernah dialami kaum muslimin sepanjang sejarah banyak kisah-kisah yang tentang karamah ini.

Salah satu karamah terjadi di desa Migraqah. Dimana sejumlah mujahidin melihat dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka melihat sebuah rumah dihancurkan Israel dengan bom besar sehingga khawatir akan merembet ke rumah sebelanya. Dalam kebakaran hebat itu, mereka melihat seorang mujahid berdoa kepada Allah dengan menangis: “Wahai Allah yang menjadikan api dingin dan keselamatan bagi Ibrahim, padamkan api dengan kehendak-Mu” hanya selang tiga menit api itu padam. Maka para mujahidin yang turut menyaksikan itu menangis semua karena mereka merasakan Allah menolong dan mengabulkan doa mereka.

Masih pertempuran di Migraqah dimana pesawat-pesawat tempur Israel menggempur dan mengepung mujahidin dari atas mereka. Mereka tidak dapat bergerak. Tiba-tiba datang mendung yang memayungi mereka dan menutupi pesawat tempur Israel untuk melihat bumi. Maka para mujahidin bergerak menghindari tempat itu.

Ada juga cerita seorang mujahidin yang mengalami sendiri bersama rekan-rekannya yang sedang berada di sebuah rumah. Rudal dan misil dari pesawat dan tank Israel menggempur habis mereka, namun tak seorangpun terkena serangan itu. Sebagian kami merasa takut. Namun tiba-tiba ia mengajak kami menghadang tank-tank Israel yang menyerang kami sehingga Allah memberikan pertolongan untuk meledakkan beberapa tank yang ada. Maha Suci Allah yang menurunkan ketenangan dalam hati-hati orang yang beriman sehingga keimanan dan Allah memiliki tentara-tentara di langit dan bumi dan Allah Maha Perkasa dan Bijaksana.

Seorang mujahid menceritakan kepada penulis bahwa mereka melihat dua tank meledak dan terbakar di tempat mereka memasang bom ranjau. Ketika kami menghampiri dua tank Israel yang meledak, ternyata bom yang kami menemukan bom ranjau yang kami pasang belum meledak. Seorang mujahid lain menceritakan bahwa ia sendirian ketika setelah memasang bom ranjau. Beberapa saat kemudian ia sudah dikepung tank-tank Israel. Ia diberondong oleh tank-tank itu. Ia berbisik dalam dirinya, carilah tempat lebih aman. Namun ia mendengar suara tanpa wujud; tetap di tempatmu. Maka dia tetap berdiri di tempatnya tiba-tiba ketenangan merasuk dalam hatinya dan Allah memberikan pertolongan dengan meledaknya tank Israel. Seorang mujahidin lain menceritakan bahwa ketika dia hendak melepaskan misil, ia merasa ada yang membetulkan bidikannya ke kanan dan kiri sedikit.

Penulis sendiri mencium aroma wangi yang keluar dari kantong jasad kaku sang Syahid Abdullah As-Shanik padahal sudah 20 hari terbungkus. Aroma yang sama juga penulis cium dari jasad Syahid Musa Hasan Abu Nar yang terbunuh dan darahnya mengucur di lantai masjid. Meski darah itu dibersihkan namun aroma itu masih wangi. Bukan hanya penulis yang menciumnya namun yang lain juga demikian. Ini untuk meyakinkan penulis akan kebenaran jalan dan langkah Rasulullah saw meski orang-orang kafir dan munafik benci.

Bahkan kesaksian-kesaksian pasukan Yahudi yang disiarkan oleh Chanel 10 Israel bahwa mereka menyaksikan sosok aneh yang mereka yakini sebagai hantu yang keluar dari bumi dan memerangi mereka. Kesaksian seorang prajurit Israel yang buta akibat dilempar seorang laki-laki berpakaian putih-putih di matanya.

Bahkan ketakutan yang dicampakkan di hati-hati orang yahudi menjadikan mereka yang memiliki senjata jauh lebih canggih dari senjata kaum mujahidin ketakutan menyerang permukiman warga dan hanya menyerang anak-anak, wanita, kakek, nenek dan sipil yang tidak membawa senjata.

Wahai warga Gaza, para mujahidin yang sabar dan tegar, Allah bersama kalian kalian membuat perang kemuliaan di Gaza dan kalian tulis sejarah yang di lembaran bersinar, kalian kalahkan legenda militer Israel yang konon tak terkalahkan, kalian tanamkan ruh jihad di dalam umat meski dengan pengorbanan dan penghancuran rumah-rumah, meski mengorbankan syuhada dan luka-luka, kalian jual jiwa-jiwa kalian dan harta kalian dengan surga dan Allah membelinya, maka bergembiralah dengan perdagangan kalian dan itulah kemenangan yang besar.

Bagi-Mu ya Allah segala pujian dan bagi-Mu segala syukur, semua urusan dikembalikan kepada-Nya, yang terang dan rahasia, segala puji dengan Islam, Iman, Al-Quran, dengan ribat, jihad, sehingga Engkau mudahkan urusan kami dalam mengalahkan musuh kami, dan Engkau tolong mujahid kami. Segala puji bagi-Mu sesuai dengan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.

* Aleg di Dewan Legislatif Palestina

Genderang Perang Ditabuh, Kegagalan Selimuti Sejumlah Pemimpin Zionis


[ 23/12/2008 - 06:47 ]

Al-Quds Terjajah-Infopalestina : Para pemimpin Zionis telah menabuh genderang perang terhadap Gaza, ditengah perbedaan sikap dalam memandang masalah Gaza antara melancarkan serangan secara besar-besaran atau cukup melessakan roket-roketnya ke arah Gaza secara massif dalam rangka membunuhi para pemimpin Palestina. Disisi lain ketakutan akan kegagalan merambah pada setiap pemimpinnya.

Sudah banyak ancaman dari Israel untuk meningkatkan eskalasi penyerangan ke Gaza serta blokadenya terhadap wilayah tersebut. Walau mereka berbeda tentang bentuk serangan yang akan digelar. Apakah berupa serangan roket atau perang secara terbuka. Mereka dibayangi dengan ketakutan akan kekalahan terbarunya sebagaimana terjadi di Libanon kemarin.

Gaza Menjadi Target Serangan

Materi serangan ke Gaza menjadi topic perbincangan di sejumlah rapat koordinasi pemerintah Israel Ahad kemarin (21/12). Sebelumnya pemerintahan ini mendapat kecaman dari berbagai pihak terkait kebijakanya dengan politik “menahan diri”. Mereka menuntut pemerintahnya menggelar aksi pembantaian terhadap Palestina tanpa memperhatikan sisi kemanusiaan ataupun tekanan dunia internasional.

Menteri Keamanan dalam negeri Israel, Yuve Dikhtir, misalnya tampaknya paling ekstrimis dari kalangan radikal Zionis partai Kadema. Ia lebih lantang dalam semua pernyataanya. Ia mengatakan, dirinya akan memaksa pemerintahnya untuk menggelar perang terbuka pertama ke Gaza.

Gempuran Militer yang Jadi Sandaran

Laporan media Israel mengungkapkan, pertemuan sejumlah menteri kemarin di Al-Quds tertumpu pada topic gempuran militer disamping memberikan interuksi kepada Kepala Staf militer Israel untuk menyiapkan serangan yang telah disiapkan sebelumnya yang bertujuan untuk mengakhiri pemerintah Hamas. Walau tersiar kabar bahwa Ehud Barak menolak melakukan rencana ini, karena dikhawatirkan menanggung beban yang terlalu besar.

Sementara itu, menurut pengamat militer Israel, Roni Danial yang diwawancarai oleh Televisi Channel dua menegaskan, keputusan untuk menyerang Gaza dan mengkahiri Hamas sudah dirancakan jauh-jauh hari sebelumnya. Namun belum juga direalisasikan karena khawatir perang ini tidak akan cuma-cuma. “Saya tidak mengungkapkan hal ini kepada anda, akan tetapi waktunya sudah sangat dekat”, katanya.

Di pihak lain, Situs Yedeot Aharonot mengatakan, pemerintah Ibrani telah memutuskan untuk memulai upaya diplomasi secara massif di dunia internasional, untuk memperoleh dukungan atas rencananya yang mau menggempur Jalur Gaza.

Wakil Perdana Menteri Satu Israel, Hayem Ramon berulang kali mengungkapkan ajakanya kepada pemerintahnya untuk menggelar aksi militer ke Gaza. Ia mengatakan, tidak penting kembali menjajah Gaza demi untuk menjatuhkan pemerintahan Hamas. Mengakhiri pemerintahan organisasi ini di Gaza adalah keputusan setrategis yang harus diambil. Ia menganggap gencatan senjata telah menguntungkan Hamas dan melemahkan Israel secara politik maupun militer, ungkapnya.

Beban Pemilu

Kabinet Kadima menuduh tokoh aliran radikal yahudi dari kelompok “Shas”, Elly Yesha dan menteri perang Ehud Barak sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan dan kelemahan militernya, terbukti dengan berlanjutnya tembakan roket perlawanan ke wilayah permukiman Israel yang berdekatan dengan Gaza, tanpa upaya balasan. Padahal sudah dekat masa pemilu Israel.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Israel, Shaol Movaz meminta Barak untuk segera mengundurkan diri dari kursi jababatanya. Karena ia tidak mau merasakan apa yang dialami rakyat Israel di bagian selatan. Barak harus bangun dari mimpinya bahwa gencatan senjata baik bagi Israel, walau serdadu Giladh Shalit hingga kini masih ditahankelompok perlawanan. Barak harus melakukan sesuatu. Dan tidak ada pilihan lain selain menyerang. “Apakah kita mau menunggu hingga anak-anak kita terbunuh ??. ungkapnya.

Hamas dan Psywar

Di sisi lain, menteri pekerjaan Israel, Yakob Hertzog yang termasuk pengkritik Barak mengatakan pada teman-temanya, bahwa gempuran ke Gaza pasti dilakukan. tinggal menunggu timingnya dari pihak-pihak terkait. Ia mengusulkan kepada teman-temanya yang suka membuat keonaran untuk menghentikan pernyataan-pernyataanya. Karena Hamas sedang mengalami Psywar (perang non fisik). Dan terbukti campur tangan kita semua dalam menekan pemerintahan untuk mengambil keputusan-keputusan yang terlalu cepat bisa menimbulkan sesuatu yang tidak kita inginkan. Ia menambahkan, Hamas telah salah mengambil langkah. Ia salah tanggap terhadap situasi berkembang.

Semua Ini Menyebabkan Israel Ragu-ragu Untuk Menyerang Hamas

Berdasarkan pengamatan Alex Fishman (pengamat militer di Yedeot Aharonot) mengatakan, bayang-bayang kegagalan mereka dalam perang Libanon selalu menghantui ketika mereka memutuskan untuk memulai serangan ke Gaza. Hal inilah yang menyebabkan mereka belum mengambil keputusan untuk menggelar serangan militer secara luas ke wilayah tersbut.

Dijelaskan, dalam kondisi ini mungkin saja Israel masuk ke Gaza dengan berbagai cara yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun tak dapat diketahui bagaimana mereka bisa keluar dari sana. Sementara dipastikan akan terjadinya kerugiaan jiwa dari pihak Israel akibat serangan ini. Disamping akan adanya tekanan dari dunia internasional, terutama bila terjadi korban dari kalangan anak-anak dan masih tetapnya tawanan serdadu Shalit di tangan perlawanan.

Ia mengisyaratkan, sementara itu, timbul kekhawatiran dari kalangan keamanan Zionis akan terjadinya kegagalan dalam menghentikan serangan roket perlawanan. Sebab bisa dipastikan serangan Al-Qossam sulit dihentikan dan mereka tidak akan tinggal diam.

Oleh karena itu mereka ragu-ragu menyerang

Ada sejumlah alasan yang mendukung keamanan Israel untuk menggelar seranganya ke Gaza, yaitu dalam rangka menghentikan penderitaan rakyatnya yang menjadi korban serangan roket perlawanan. Disamping untuk merenovasi kerugian akibat ketakutan warganya terhadap gerakan Hamas, dan untuk menghilangkan kesan bahwa militer Israel takut dengan Hamas.

Namun semua tahu sejumlah pernyataan petinggi Israel maupun pengamat politik menyiratkan kekhawatiran bila serangan ini tak dapat mencapai target yang direncanakan yaitu menghentikan roket dan menghancurkan Hamas.

Sementara itu di pihak lain, DR. Faiz Abu Syamalah, pakar urusan Ibrani menegaskan, setelah mempelajari sejumlah sikap para pemimpin Israel dalam memutuskan serangan ini, dipastikan mustahil mereka bisa menang dengan mudah menghadapi Gaza. Hal ini tergambar dari sejumlah pernyataan terbaru zionis terkait situasi politik Palestina yang telah berhasil dan mampu keluar dari sejumlah dikte mereka.

Ia mengatakan, lebih jelas lagi dari sejumlah pernyataan pejabat Israel terungkap, walau mereka selalu menggembar-gemborkan ancaman dan janjinya, namun mereka sendiri mengakui bahwa mereka berada dalam situasi dan kondisi terbaru di Gaza. Mereka menghadapi ketangguhan para pejuang perlawanan. Mustahil mereka merealisasikan keamananya bagi penduduk di sekitar Gaza dengan cara kekerasan.

Bukti menunjukan sejumlah pemimpin Israel berupaya menggagalkan serangan militer ke Gaza. Namun mereka berusaha membela diri dari kelemahan militernya yang tidak mampu berbuat sesuatu untuk menangkis serangan roket perlawanan.

Perlawanan Siap Lakukan Semua Alternatif

Perlawanan yang dipimpin Brigade Al-Qossam berulangkali menegaskan, pihaknya sudah siap menghadapi semua alternative terkait ancaman yang dilontarkan Israel. Seperti diungkapkan juru bicara Al-Qossam Abu Ubaidah mengatakan, Serangan ke Gaza tidak akan jadi pelesiran bagi Israel, justru akan menjadikannya sebagai kuburan bagi mereka.

Abu Ubaidah menegaskan, serangan roket Israel ke Gaza tidak akan dapat menghentikan roket-roket perlawana yang akan melessat dengan kuatnya, membalas setiap serangan Israel. Al-Qossam menyerukan Israel agar mengambil pelajaran dari serangan-serangan sebelumnya, yang selalu gagal dalam menghentikan perlawanan dan aksi-aksinya. (asy)

Teriakan Ibu-ibu Gaza: Biarkan Pemerintah Arab Bergembira


[ 31/12/2008 - 01:31 ]

Gaza – Infopalestina: “Biarkan pemerintah Arab bergembira.” Demikian teriak seorang ibu ketika melihat dua orang anaknya yang gugur di depan kamar jenazah rumah sakit as Shifa di kotaGaza.

Sementara itu seorang ibu lain tengah menggendong putri saudaranya tertatih-tatih menuju satu-satunya rumah sakit di kotaGaza tersebut. Dia mendapati jasad para syuhada bergelimpangan di jalan-jalan rumah sakit. Tidak ada ranjang kosong untuk bocah yang mengalami luka bakar sangat parah yang ada di antara kedua tangannya itu.

“Ini adalah anak saudaraku (Ahmad al Burini), yang tinggal di samping salah satu pos keamanan. Ketika pos itu dibom, rumah itu runtuh menimpa semua yang ada di dalamnya. Saudaraku gugur dan istrinya terluka parah terbaring di rumah sakit. Anak laki-lakinya yang belum genap berusia 7 tahun terenggut nyawanya. Dan ini adalah putri dia yang masih balita mengalami luka bakar sangat parah,” ungkapnya kepada wartawan.

Sambil berupaya meringankan rasa sakit yang dialami sang bocah, mata bercucuran air mata dan berkata, “Apa dosa dia, terbangun dengan kondisi seperti ini. Tanpa ayah dan ibu.” Kemudian dia menggetarkan kepalanya dan menyudahi, “Hasbunallahu Wani’mal Wakil (Cukuplah Allah sebaik-baik penolong kami).”

Pembantaian di Jalur Gaza terus berlanjut dan korban terus bertambah. Israel terus menggempur rumah-rumah dan tempat ibadah. Jumlah korban hinggsa kini, Rabu (31/12), mencapai lebih 390 gugur dan lebih dari 1800 lainnya terluka, 300 di antaranya dalam kondisi kritis. Sesuai dengan data yang disampaikan Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem. Diperkirakan angka itu masih akan terus bertambah. Disamping agresi Israel terus berlanjut, puluhan korban kini masih berada di bawah puing-puing reruntuhan.

Bau Mayat

Segera saja kamar mayat di rumah sakit as Shifa, yang hanya muat untuk 30-an jenazah, penuh sesak di tengah-tengah kedatangan puluhan regu penolong dan warga sipil yang membawa jasad dan ptongan tubuh para syuhada di jalan-jalan rumah sakit sehingga bau mayat memenuhi semua sudut rumah sakit.

Seorang pemuda bernama Muhammad Basyir dengan kedua kali telanjang tergopoh-gopoh sambil menggendong jasad seorang bocah bernama Adi Abu Munsi yang berusia 7 tahun. Dia terkena bom yang mematikan di bagian wajahnya saat dia bersama ayahnya, Abdul Hakim, yang juga gugur dalam serangan udara Israel membombardir pos polisi Palestina di Deir Balah di kotaGaza.

Lobi rumah sakit as Shifa semakin kacau dengan datangnya puluhan mobil ambulan dan mobil warga yang membawa jasad para syuhada dan korban yang luka. Melalui pengeras suara, regu penolong menyerukan kepada warga yang mengenali jasad keluarga mereka agar segera dibawa pulang untuk dimakamkan agar tidak membusuk akibat puluhan jenazah yang menumpuk di depan kamar mayat rumah sakit.

Tiba-tiba melengking teriakan seorang ibu, Asma (40), yang berjalan di antara jenazah, “Dua anak saya gugur.” Tanpa henti menangis, dengan kedua kaki telanjang dan kepala terbuka, wanita yang telah kehilangan dua darah dagingnya ini berteriak, “Biarkan pemerintah Arab berbahagia.”

Sementara itu atas kereta jenazah terbaring jasad Muhammad Abu Sya’ban, seorang anggota polisi Palestina. Di sampingnya jasad seorang bocah yang belum dikenali identitasnya. Wisam, saudara kandung Abu Sya’ban yang tidak bisa menahan air matanya, mengatakan, “Ini adalah pembantaian yang mengerikan.”

Abu Jihad (65), warga asal kampong Zaitun di timur Gaza, ini berjalan ke sana kemari penuh kelelahan di antara jasad para korban tanpa menemukan putranya yang bekerja di kepolisian. Salah seorang temannya memberitahu anaknya sudah meninggal dan masih berada di bawah puing reruntuhan kantor organisasi urusan tahanan yang menjadi target serangan udara Israel.

“Aku Kehilangan Penyejuk Hatiku”

Jauh dari rumah sakit, Ilyan jatuh pinsan ketika mendengar salah seorang putranya berteriak, “Ayah … Izzuddin telah meninggal.” Sesaat kemudian dia terbangun dan menangisi putra terkecilkan yang meninggal dalam serangan udara Israel yang menghancurkan kantor imigrasi. Tidak lama kemudian dia dikejutkan dengan berita lain yang membawa bau kematian, “Anak laki-lakimu Bakar Anwar telah pergi (meninggal). Anak saudaramu (Muhammad) juga meninggal.”

Kali ini, seluruh anggota keluarga jatuh pinsan. Rafiq, bocah berusia 3 tahun berteriak histeris, “Papa … Aku ayang papa…Kemana kau pergi…”

Anwar, dia meninggalkan seorang istri dan dua bocah kecil. Rafiq, anaknya yang berusia 3 tahun tindak henti menyanakan tentang ayahnya. Sedang anaknya yang kecil, Anas, baru berusia empat bulan, tidak mengerti apa yang terjadi di sekitarnya.

Dengan sangat berat Ibu Anwar berkata, “Aku telah kehilangan anak yang paling besar dan paling kecil. Saya tidak meninggalkan anak-anaknya. Aku telah kehilangan penyejuk hatiku. Demi Allah, cahaya ini telah padam… telah padam…”

Penderitaan memiliki banyak wajah. Meski yang mengikat di antara penderitaan itu adalah darah. Sepekan sebelumnya, Riim, isrti Ali Abu Riyalah, mengenakan gaun pengantin putih. Dan hari ini, dia mengenakan baju hitam pekat di sisi pengantinnya.

Dia mengatakan, “Saya tidak membayangkan dia meninggalkan saya begitu cepat. Sungguh, dia pernah bercanda kepadaku, engkau akan mendengar kabar kesyahidanku (mati syahid) suatu hari … namun secepat ini … ya Allah.”

Sedang ibunya, melontarkan sumpah serapah kemarahannya kepada pemerintah Arab. “Apakah yang terjadi di leher kami adalah air. Kami meninggal dalam perang paling biadab dan paling kotor yang pernah dikenal dalam sejarah.”

Di luar tembok rumah Abu Riyalah, suara jeritan melengking tinggi dari semua tempat. Gang-gang penuh dengan korban meninggal. Dan baju hitam menjadi baju resmi kaum wanita di Jalur Gaza. (seto)

Korban Gaza: Mereka Membombardir Kami Saat Sedang Bersujud


[ 02/01/2009 - 02:44 ]

Kairo – Infopalestina: “Saat kami sedang bersujud menghadap Allah, tiba-tiba kami mendengar raungan pesawat tempur Zionis Israel yang datang dari jauh. Tidak lama kemudian pesawat-pesawat pembunuhan itu memuntahkan bom-bom ke arah kami. Semua itu terjadi dalam hitungan menit hingga masjid yang kami ada di dalamnya dihancurkan dari atas kepala-kepala kami.”

Inilah kalimat yang menuturkan kepedihan. Yang menggambarkan aksi bombardemen pesawat tempur Israel ke rumah-rumah Allah di Jalur Gaza. Kalimat itu dituturkan Ramadhan Khaled al Afsy, salah seorang dari 13 korban luka yang sampai di rumah sakit Nasher di Kairo, Mesir, dari total 36 korban luka Jalur Gaza yang berhasil dibawa ke wilayah Mesir.

Khaled (27), menuturkan sisi lain “genosida Gaza yang kedua”. Dia mengatakan, “Saya adalah satu di antara warga kamp pengungsi Nusairat di Jalur Gaza. Bersamaan dengan dimulainya gempuran Israel ke seluruh wilayah Jalur Gaza Sabtu (27/12) siang lalu, saya bersama sekelompok orang berangkat menunaikan shalat dzuhur di masjid al Zahra, sebuah masjid kecil di kamp pengungsi Nusairat.”

Dia menambahkan, “Baru saja kami memulai pada rekaat pertama hingga missil-missil pesawat pembunuhan Israel menghantam kami saat kami sedang bersujud. Saya saat itu hanya bica memohon kepada Allah agar melindungi kami semua dari segala keburukan dan mengembalikan tipu daya mereka ke leher-leher mereka.”

Dia merasa bersyukur atas apa yang menimpanya, lebih baik dari apa yang menimpa yang lainnya. Khaled menuturkan, “Tiba-tiba saja masjid sudah dihancurkan total dari atas kepala-kepala kami. Bukan hanya masjid satu-satunya. Namun sejumlah rumah warga di sekitar masjid juga dihancurkan. Nasibku agak lebih baik. Karena saya berada di dekat pintu masjid yang dipenuhi dengan jamaah shalat. Saya berhasil dikeluarkan dengan segera dari bawah reruntuhan puing-puing masjid dan dibawa ke rumah sakit. Kami, 40 jamaah shalat tertimpa masjid dari atas kepala-kepala kami akibat bombardemen Israel. Saya tidak tahu sampai sekarang, apa yang terjadi pada mereka (jamaah yang lain).”

Khaled, meskipun mengalami patah tulang di kedua pundahknya dan sejumlah tulang rusuk serta terkena serpihan rudal di pinggang kanannya, sehingga membuatnya sangat sulit berbicara, namun dia terus melanjutkan penuturannya. “Sesampainya saya di rumah sakit as Shifa di kotaGaza, saya tahu bahwa Zionis Israel menjadikan masjid-masjid sebagai sasaran bombardemennya. Saya tahu pesawat-pesawat tempur Israel menghancurkan sejumlah masjid lainnya. Di antaranya adalah masjid as Shifa di barat Gaza, masjid al Qassam di Khan Yunis, masjid Imad Aqil di utara Jalur Gaza, masjid Abu Bakar ash Shidiq di kamp pengungsi Jabaliya dan masjid al Istiqamah di kota Rafah,” tuturnya.

Khaled, yang kini dirawat di lantai empat bagian gawat darurat di rumah sakit Nasher, Mesir, dengan bercucuran air mata melanjutkan penuturannya. “Saya memiliki 9 anak. Saya tidak tahu nasib sebagian dari mereka sekarang. Meskipun salah seorang anak saya sudah menghubungi saya dan menenangkan saya soal mereka, namun saya belum mendengar suara mereka. Saya cemas mereka tertimpa bahaya,” ungkapnya sedih.

Mengenai perjalanannya hingga sampai ke Mesir dia mengatakan, “Saya tinggal di rumah sakit as Shifa di Jalur Gaza selama dua hari. Selama itu kondisi saya terus memburuk. Senin malam saya sampai di Kairo setelah diangkut mobil ambulan dari kotaGaza ke perbatasan Mesir. Kemudian mobil ambulan di perbatasan Mesir membawa saya ke rumah sakit Arisy. Dari sana saya dibawa ke Kairo karena saya sangat membutuhkan tindakan operasi cukup rumit.”

Para Dokter Menangis

Dengan suara bercampur cucuran air mata, Khaled menyerukan semua pihak segera membawa para korban luka agresi biadab Israel di Jalur Gaza ke Mesir untuk mendapatkan pengobatan. “Para dokter di rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza menangir karena kengerian yang mereka saksikan dan sedikitnya kemampuan yang mereka miliki. Saya sampaikan kepada semua, rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza sama sekali tidak memiliki apa-apa untuk mengobati korban. Semua penuh dengan korban luka.”

Di kamar sebelah Khaled, berbaring rekannya bernama Syukri Muhammad Riyad, yang menuturkan kondisi kerja pegawai medis di Jalur Gaza. “Saya bekerja di departemen kesehatan pemerintah Gaza di kota Rafah. Saat saya melakukan tugas mengevakuasi korban luka, kepala saya kejatuhan bagian tembok yang roboh dan membuat jaringan mata saya terputus.”

Dengan sangat sedih Riyad menegaskan, “Korban luka di rumah sakit-rumah sakit Jalur Gaza tidak mendapatkan apa-apa bahkan sekadar tempat untuk meringankan rasa sakit mereka. Kami semua berharap derita sakit itu bisa berkurang dengan pengiriman korban luka ke rumah sakit-rumah sakit Mesir dan sampainya bantuan Arab ke Jalur Gaza.” Hingga Selasa (30/12), jumlah korban luka yang sampai di Mesir baru 36 orang, sebagian besar mereka dalam kondisi kritis, untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya.

Korban Terus Bertambah

Sejak sabtu (27/12) siang jet-jet tempur Zionis Israel membombardir seluruh wilayah Jalur Gaza. Rumah-rumah warga, masjid dan fasilitas umum menjadi target bombardemen Israel. Hingga hari keenam, Kamis 01/01/09), jumlah korban gugur mencapai lebih 420-an syuhada dan lebih 2100-an terluka, 300-an di antaranya dalam kondisi kritis.

Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.

Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.

Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel. Dia mengatakan, “Agresi terjadi di tengah-tengah sikap diam Arab yang membunuh dan persekongkolan dunia.”

Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.

Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.

Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir.”

Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan politik. Naeem mengatakan, “Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza.”

Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka.

Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini.

Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim medis ke Jalur Gaza. (seto)

Mishri : Hamas Masuki Pertempuran Darat Dengan Santai

Gaza-Infopalestina : Juru Bicara Hamas Musyir El-Misri menegaskan, faksi-faksi perlawanan yang dipimpin Brigade Al-Qossam memasuki pertempuran darat dengan Israel, sesuai dengan teknik militer perlawanan. Mereka memasukinya dengan santai dan tenang.

Pernyataan ini diungkapkan, Mishri Ahad (4/1) di Gaza. Ia mengatakan, musuh Zionis berupaya mengejutkan perlawanan dengan memasifkan serangan roket dan memasuki perang darat. Mereka telah memasuki beberapa ratus meter dari garis perbatasan Israel. Akan tetapi saya tegaskan, ungkap Mishri, dalam beberapa perbincangan Israel menyebutkan, mereka mengalami kerugian besar.

Pemimpin Hamas ini mengisyaratkan, sejumlah pasukan Israel ragu-ragu tentang tujuanya. Karena kondisi di Gaza sudah banyak berubah. Juga diakibatkan runtuhnya organisasi yang akan menghancurkan perlawanan. Sejumlah pernyataan terakhir mereka menunjukan, ada kemunduran semangat dalam menghadapi perlawanan. Mereka mulai berbicara tentang kelemahan Hamas. Mungkin sebentar lagi mereka akan berkata, hanya ingin memberikan pelajaran bagi Hamas.

Mishri menegaskan, Israel telah gagal merealisasikan targetnya. Ternyata perlawanan mampu memberikan sedikit kejutan bagi mereka. Bukti kegagalan mereka diantaranya mengeksploitasi tank-tank, pesawat dan kapal laut tempur mereka dalam menghadapi satu polisi pantai Gaza saja.


Maka di masa yang akan datang Israel akan mengumumkan tentang kegagalanya sementara perlawanan akan mendeklarasikan kemenanganya, insya Allah. (asy)

sahabat tarbiyah

nasruni.wordpress.com

apadong.com

murnii.multiply.com

http://zul3.multiply.com/

masgon.wordpress.com

http://dpyoedha.multiply.com


http://pkspiyungan.blogspot.com/

link pemberi motivasi

ini ada beberapa situs yang dapat memotovasi anda berpikir lebih besar dari aslinya diri anda


versi indonesia :


dahsyat

jonru

roniyuzirman

erbesentanu

sumintar

sumatra-bali-hartatinurwijaya


dragoninspiration

yudiworld

energygiver




versi inggris :

tonyrobbins

trump

Teknik Cepat Melipat Baju

Jangan sepelekan saat kita melipat baju, bisa jadi baju yang sudah kita strika rapih dan kita taruh dilemari begitu diambil untuk dipakai ternyata sudah kusut lagi. Kebanyakan kita tidak memperhatikan kerapihan saat melipat baju. Walaupun rapi kadang kita menghabiskan banyak waktu hanya untuk melipat saja.
Untuk itu saya punya sebuah cara atau trik melipat baju yang sangat-sangat mudah dan sangat-sangat cepat serta hasilnya yang sangat-sangat rapih. Anda tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan....? kurang lebih hanya 10 DETIK waktu yang diperlukan.
Jika anda penasaran coba pelajari caranya dalam file wmv ini. dan langsung praktekkan

download 1.517kb

Program lowlevel falsdisk

Dulu kita mengenal sebuah program dalam bentuk Dos untuk mengatasi harddisk yang terkena bad sector yang bernama lowlevel format. nah... sekarang era Flasdisk sudah barang tentu kita sering merasa sebuah flasdisk yang lambat dalam membaca sebuah file. Salah satu untuk mengatasi agar flasdisk itu agar normal kembali cobalah gunakan program lowlevel falsdisk agar kinerjanya bisa normal kembali. jika belum punya programnya silahkan download di sini.

Mengatasi PC lambat

Terkadang kita suka menemukan sebuah PC dengan spesifikasi yang cukup bahkan lebih, tapi tidak optimal dalam menjalankan program. Untuk mengatasi PC agar optimal dalam pemakaiannya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca ebook ini